Maha mulia dzat yang:

Jika aku bermaksiat, Dia menutup aib ini.

Jika aku berdosa, Dia menantiku kembali. Jika aku bertaubat, Dia mengampuni.

Jumat, 21 Oktober 2011

ASAL MULA TRIGONOMETRI

Trigonometri berasal dari bahasa Yunani yaitu trigonon (tiga sudut) dan metro (mengukur)[1]. Trigonometri adalah suatu system perhitungan yang berkaitan dengan sudut yakni pada segitiga. Trigonometri berhubungan erat dengan kaidah sinus, cosinus dan tangen.
Istilah Trigonometri pertama kali digunakan tahun 1595. Sedangkan istilah Sinus, Cosinus, dan Tangen sudah muncul pada tahun 600-an namun ketiganya tidak muncul secara bersamaan. Istilah trigonometri pertama kali digunakan oleh Pitiscus Bartholomaeus sebagai judul buku berisikan studi tentang segitiga yang diterbitkan pada tahun 1595, meskipun pada tahun 1600 diubah menjadi Trigonometria sive de dimensione triangulae.
Trigonometri sendiri muncul sekitar ±3000 tahun yang lalu. Seorang matematikawan India berhasil menemukan rumus aljabar yang digunakan untuk menghitung astronomi dan juga trigonometri. Beliau biasa dikenal dengan Lagadha dengan bukunya Vedanga dan Jyotisha. Kemudian dilanjutkan oleh seorang Matematikawan Yunani Hipparchus sekitar 150 SM menyusun tabel trigonometri untuk menyelesaikan segitiga. Matematikawan Yunani lainnya yaitu Ptolemy sekitar tahun 100 mengembangkan penghitungan trigonometri lebih lanjut.
Pada tahun 499, Aryabhata, seorang ahli matematik India menciptakan jadwal “separuh perentas” yang kini dikenal sebagai jadwal sinus, bersama-sama dengan jadwal cosinus. Selanjutnya pada tahun 628, seorang matematikawan India yang bernama Brahmagupta, menggunakan formula interpolasi untuk menghitung nilai sinus. Kemudian pada tahun 1048-1131, Omar Khayyan seorang matematikawan Parsi menggabungkan trigonometri.
pada tahun 1150, seorang ahli matematik India, Bhaskara memperinci kaidah sinus bersama-sama dengan setengah formula sinus dan kosinus. Bhaskara juga memperkembangkan trigonometri sfera bersama-sama dengan Nasir al-Din Tusi, ahli matematik Parsi. Pada abad ke-14, al-Kashi, seorang ahli matematik Parsi, dan Ulugh Beik, seorang ahli matematik Timur menghasilkan jadwal-jadwal fungsi trigonometri sebagai sebagian kajian astronomi mereka.
Bartholemaeus Pitiscus, ahli matematik Silesia menerbitkan karya trigonometri yang terkenal pada tahun 1595 dan memperkenalkan perkataan “trigonometri” dalam bahasa Inggris dan bahasa Perancis.
A. Segitiga Datar

Untuk mencari nilai dari salah satu sudut atau garis yang terdapat pada suatu segitiga, kita bisa menggunakan rumus berikut diantaranya:
Sin α = a/c
Cos α = b/c
Tan α = a/b

Dalam trigonometri juga terdapat sudut-sudut istimewa yaitu:

Table diatas diambil dari:
    
B. Segitiga Bola
Formula Cosinus:
Cos a   = cos b cos c + sin b sin c cos A
Cos b   = cos a cos c + sin a sin c cos B
Cos c   = cos a cos b + sin a sin b cos C
Cos A = cos B cos C + sin B sin C cos a
Cos B = cos A cos C + sin A sin C cos b
Cos C = cos A cos B + sin A sin B cos c

Formula Sinus:
Sin a = sin b = sin c
      A         B         C


[1] http//:Trigonometri.htm