Langsung ke konten utama

Postingan

Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya Qurban.  Pada hari raya ini, umat islam memperingati kisah kesabaran Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah swt untuk menyembelih putra terkasihnya, nabi Ismail as.

We were

Sebuah fenomena kehidupan, dimana bunga akan tumbuh dan kemudian layu lalu tumbang. Tak selamanya kehidupan berpihak pada kedamaian.  Kadang, kehidupan menegur kita dan menunjukkan segala yang disembunyikannya dengan caraanya.  Ada kalanya, jalan yang lurus yang ditunjuk. Namun kadang pula jalan terjal yang harus dilalui. 

KUPATAN

Pada hari ketujuh lebaran, di desa campurejo tepatnya masyarakat sekitar masjid Roudlatul Muttaqin merayakan bodo kupat. Setiap kepala keluarga membawa ketupat beserta obo rampe  nya, untuk di kenduri  dimasjid atau mushala. Ada juga mushala yang mrayakan bodo kupat ini di malam hari. Selain ketupat, biasanya dilengkapi juga dengan lepet. Ketan yang dibungkus dengan daun pisang. Bodo inilah yang menjadi ajang belajar membuat ketupat.

New Normal

New normal merupakan keadaan kembali aktiv seperti sedia kala. Namun, keadaan new normal ini, tidak mungkin bisa seperti sebelumnya. New normal dalam keadaan tidak normal, akan memicu banyak perubahan yang signifikan diberbagai segi kehidupan. Baik dalam dunia bisnis, ekonomi, pendidikan maupun dalam peribadatan.

Unic (mall oke, masjid no) part 2

Fenomena idul fitri di era pandemi ternyata memang menuai banyak pendapat yang berbeda. Shalat id yang mengharuskan pemilahan antara pendatang dan penduduk asli. Masjid tempat penyelenggara shalat id yang harus memenuhi standar covid dan aturan-aturan lain yang memang mengikuti panduan kemaslahatan umat di era pandemi ini.  Hari pertama idul fitri telah digegerkan dengan tanpa berjabat tangan, tidak buka pintu, tidak mbarak (bahasa pognoragan) dan perwakilan silaturrahmi dari kelompok-kelompok. Mungkin sedikit tabu jika di hari raya banyak peraturan yang tidak biasa dengan hari raya pada umumnya. Namun, mengingat era pandemi yang memang membuat perubahan di berbagai segi, hal ini memang perlu dilakukan. Demi kemaslahatan umat.  Selain itu, covid yang memperkeruh keadaan ekonomi masyarakat, juga ikut andil dalam fenomena perayaan hari raya tahun ini. Prepekan, bahasa tenarnya, tahun ini sepertinya tidak terjadi demikian. Pasar sepi, usaha-usaha tutup, phk serta cuti dimana-man...

Unic (Mall oke, masjid no) part1

Mall oke, silaturrahmi no. Itulah satu wacana yang membludak dan mendunia sebelum datangnya hari raya idul fitri. Masyarakat pada akhirnya ramai berjubel ditoko pakaian, mall dan butik untuk membeli baju lebaran. Namun, diberlakukan larangan membuka pintu atau lebih parahnya lagi dilarang pergi kemasjid untuk melaksanakan salat idul fitri. Stay at home memang perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya wabah covid 19 ini. Namun perlu juga diperhatikan, dimana kita tinggal dan dengan siapa kita bertemu.  Didesa yang hanya dihuni oleh beberapa orang, dan kesemuanya hanyalah penduduk asli yang menghabiskan hari-harinya hanya dirumah saja, sepertinya tidaklah perlu untuk memberlakukan stay at home. Toh, setiap harinya, mereka juga berkumpul dijalan-jalan, di teras-teras untuk sekedar duduk-duduk santai atau berbelanja. Nah, mau tidak mau, sebenarnya setiao harinya juga sudag saling bertemu dan bertatap muka saling sapa. Stay at home tanpa bersilaturrahmi pasti juga hanya akan berlaku seha...

Idul Fitri 2020 (stay at home)

Hari raya #di rumah aja, mungkin akan menjadi moment yang sangat berbeda di tahun 2020 ini. Bagaimana tidak, idul fitri merupakan moment silaturrahmi massal yang sudah membudaya bagi umat islam. Namun, pandemi yang terjadi dinegara kesatuan republik Indonesia ini, mengharuskan kita untuk stay at home.  Bukan tanpa alasan, stay at home ditujukan untuk kebaikan dan kemaslahatan kita bersama. Umat islam tetap bisa merayakan  idul fitri dengan atau silaturrahmi tanpa berjumpa. Daring, seperti yang dilaksanakan dalam dunia pendidikan ataupun work from home, bisa dilakukan untuk silaturrahmi. Jika ingin silaturrahmi massal, sudah ada aplikasi2 yang bisa dimanfaatkan.  Kembali ke hari raya #dirumah aja, akan membuat sebagian besar orang bosan karena hanya bisa melakukan aktivitas yang terbatas. Untuk mengisi stay at home, kita bisa memanfaatkannya dengan belajar memasak, berkebun, mendaur ulang bahan bekas, atau kegiatan-kegiatan yang lain, yang bisa menghilangkan kejenuhan.