Maleman merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan di 1/3 malam terahir di bulan ramadan. Maleman dilaksanakan dengan mengadakan doa dan buka bersama dimasjid atau mushola. Hal ini ditujukan untuk memperoleh keistimewaan malam lailatul qadar yaitu malam ganjil di 1/3 malam terahir bulan ramadan.
Dulu, ambeng merupakan makanan yang dibawa kemasjid sebagai menu berbuka saat maleman. Namun, dengan berkembangnya pola pikir masyarakat, ambeng dirasa kurang efektif sehingga banyak mushola yang mengganti budaya ambeng tersebut dengan membawa nasi dan lauk secukupnya.
1. Perjanjian Hudaibiyah adalah ..... 2. Mengapa kaum kafir dinilai melanggar perjanjian Hudaibiyah? 3. Siapakah yang berdamai karena terikat dengan Perjanjian Hudaibiyah? 4. Apakah al-watir itu? 5. Mengapa melanggar perjanjian itu tidak boleh?
Komentar
Posting Komentar