Salah satu dampak negative coklat bagi tubuh kita adalah sindrom iritasi perut atau Irritable Bowel Syndrome (IBS). Yaitu gangguan pencernaan kronis yang mempengaruhi usus besar. IBS menyebabkan raksi yang tak menentu di usus. Seperti diare yang tidak bisa ditahan. Penderita IBS akan mengalami keram, kembung, kentut, nyeri perut, diare, sembelit atau mual setelah mengkonsumsi coklat. Selain IBS, alergi makanan juga bisa menjadi penyebab sakit perut usai makan coklat. IBS tidak secara permanen merusak usus dan tidak menyebabkan penyakit serius seperti kanker. Gejala IBS dapat dikontrol dengan diet, manajemen stress dan obat yang diresepkan. IBS nyaris tidak menunjukkan gejala penyakit khusus. Pada penyakit-penyakit fungsional dari saluran pencernaan, fungsi-fungsi penggilingan, mencampur, mencerna, dan penyerapan terganggu pada hanya suatu derajat yang kecil. Fungsi-fungsi ini pada dasarnya dipelihara, kemungkinan karena suatu kelebihan kapasitas yang telah terbentuk d...