Langsung ke konten utama

MANAJEMEN QALBU (IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH)

Dalam kitab ini iawali dengan pembagian hati menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, diantaranya yang pertama adalah qalbun salim yaitu hati yang selamat dari menjadikan sekutu untuk Allah dengan alasan apa pun. la hanya mengikhlaskan pengham-baan dan ibadah kepada Allah semata, baik dalam kehendak, cinta, tawa-kal, inabah (kembali), merendahkan diri, khasyyah (takut), raja'(pengha-rapan), dan ia mengikhlaskan amalnya untuk Allah semata. Jika ia men-cintai maka ia mencintai karena Allah. Jika ia membenci maka ia mem-benci karena Allah. Jika ia memberi maka ia memberi karena Allah. Jika ia menolak maka ia menolak karena Allah. Dan ini tidak cukup kecuali ia harus selamat dari ketundukan serta berhukum kepada selain Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ia harus mengikat hatinya kuat-kuat dengan beliau untuk mengikuti dan tunduk dengannya semata, tidak kepada ucapan atau perbuatan siapa pun juga.
Tipe hati yang kedua yaitu hati yang mati, yang tidak ada kehidupan di dalamnya. Ia tidak mengetahui Tuhannya, tidak menyembah-Nya sesuai dengan perintah yang dicintai dan diridhai-Nya. Ia bahkan selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatan dirinya, meskipun dengan begitu ia akan dimurkai dan dibenci Allah. Ia tidak mempedulikan semuanya, asalkan mendapat bagian dan keinginannya, Tuhannya rela atau murka. Ia menghamba kepada selain Allah; dalam cinta, takut, harap, ridha dan benci, pengagungan dan kehinaan. Jika ia mencintai maka ia mencin-tai karena hawa nafsunya. Jika ia membenci maka ia membenci karena hawa nafsunya. Jika ia memberi maka ia memberi karena hawa nafsunya. Jika ia menolak maka ia menolak karena hawa nafsunya. Ia lebih meng-utamakan dan mencintai hawa nafsunya daripada keridhaan Tuhannya.
Tipe hati yang ketiga adalah hati yang hidup tetapi cacat. Ia memiliki dua materi yang saling tarik-menarik. Ketika ia memenangkan per-tarungan itu maka di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah, keiman-an, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya, itulah materi kehidupan. Di dalamnya juga terdapat kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya, dengki, takabur, bangga diri, kecintaan berkuasa dan membuat kerusakan di bumi, itulah materi yang menghan-curkan dan membinasakannya. Ia diuji oleh dua penyeru: Yang satu menyeru kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari akhirat, sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat. Dan ia akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat pintu dan letaknya dengan dirinya.
Hati yang pertama selalu tawadhu', lemah lembut dan sadar, hati yang kedua adalah kering dan mati, sedang hati yang ketiga hati yang sakit; ia bisa lebih dekat pada keselamatan dan bisa pula lebih dekat pada kehancuran. Hal ini didasarkan pada al-qu’an surat al-Hajj ayat 52-54.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERIMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH SWT

Rukun Iman ada 6. salah satun diantaranya yaitu beriman kepada malaikat Allah swt. Malaikat merupakan salah satu makhluk Allah swt yang diciptakan dari NUR atau CAHAYA. Malaikat adalah makhluk Allah swt yang selalu taat kepada  perintah Allah dan menjalankan tugas-tugas yang diperintahkan Allah swt.  Nama-nama MAlaikat diantaranya: 1. Jibril bertugas menyampaiakan wahyu Allah kepada para NAbi dan Rasul.  2. Mikail bertugas membagi rizki kepada semua makhluk Allah swt. 3. Isrofil bertugas meniup sangkakala  4. Izroil bertugas mencabut nyawa 5. Munkar bertugas mencatat amal perbuatan manusia dimuka bumi ini.  6. Nakir bertugas mencatat amal perbuatan manusia dimuka bumi ini.  7. Roqib bertugas menjaga dikubur 8. Atid bertugas menjaga dikubur 9. Malik bertugas menjaga neraka 10. Ridwan bertugas menjaga surga Selain itu, juga dijelaskan bahwa malaikat merupakan makhluk Allah yang tidak makan, tidak minum dan juga tidak memiliki nafsu. Dalam Hadis dan AL-qur'an ...

KELAHIRAN RASULULLAH SAW

Kelahiran sang Nabi menampakkan kesucian diri.  Alangkah indah permulaannya juga indah penghabisannya. Hari kelahiran Rasulullah saat ada firasat bangsa Persia  Bahwa ada peringatan kepada mereka datangnya bencana dan siksa. Saat menjelang malam tiba istana kisra hancur terbelah.  Sebagaimana kumpulan sahabat kisra tiada menyatu terpecah belah. Api sesembahan padam karena duka yang mencekam.  Sungai eufrat tak mengalir, muram karena susah yang amat dalam. Penduduk negeri sawah resah duka saat danaunya kering keronta.  Pengambil air kembali dengan tangan hampa kecewa ketika terjerat rasa dahaga. Seakan-akan pada api nan membara terdapat cairan air karena duka.  Dan pada air nan sejuk segar api yang membakar. Para jin menjerit, suara cahaya membumbung keangkasa.  Kebenaran tampak nyata dari makna maupun kata. Mereka buta dan tuli tak dengar hingga kabar gembira tiada didengar.  Begitu juga kilatan peringatan sama sekali tak terhiraukan...