Maha mulia dzat yang:

Jika aku bermaksiat, Dia menutup aib ini.

Jika aku berdosa, Dia menantiku kembali. Jika aku bertaubat, Dia mengampuni.

Minggu, 08 April 2012

TELESKOP

teleskop refraktor

TELESKOP
Teleskop merupakan sebuah alat yang digunakan untuk meneropong benda dengan mengumpulkan cahaya dan memfokuskannya sehingga dapat terlihat. Teleskop berfungsi untuk memperbesar ukuran sudut benda dan kecerahannya. Semakin besar diameter teleskop maka lebih banyak cahaya yang bisa dikumpulkannya.
Perbandingan antara panjang dengan diameter teleskop disebut dengan F Number. Misalnya teleskop dengan diameter 10 cm dengan panjang focus 1 m (1000 cm) maka perbandingannya adalah 1000/10. Sehingga nilainya adalah F100. F100 berarti semakin kecil F number, semakin besar tingkat kecerangan teleskop.
Selain mampu untuk memperbesar benda, teleskop juga mampu memisahkan obyek. Pemisahan obyek yang dilakukan oleh teleskop adalah terhadap bintang ganda. Dimana sebagaimana manusia beserta bumi seisinya yang mempunyai pasangan, ternyata secara samar, bintang juga mempunyai pasangannya sendiri-sendiri dan hal ini bisa dilihat dari bumi dengan menggunakan teleskop dengan kemampuannya untuk memisahkan obyek.
*Dalam perhitungan untuk objek yang jauh biasa digunakan skala pembanding yang disebut dengan magnitudo. Hal ini biasa digunakan dalam dunia astronomi, seperti  penghitungan jarak matahari dengan sekian kali jarak bulan dengan bumi dsb.
 Terdapat tiga jenis teleskop yakni:
1.   Refraktor (pembias) yaitu dengan menggunkaan lensa.
2.   Reflector (pemantul) yeitu teleskop dengan menggunakan kaca.
3.   Katadioptri yaitu teleskop dengan menggunakan lensa dan juga kaca.
Parameter optic teleskop:
a.   Perbesaran linear dan sudut
Perbesaran ini terjadi hanya saat melakukan pengamatan dengan cara melihat langsung melalui lensa okuler (eyepiece). Untuk teleskop yang sama akan diperoleh beragam perbesaran, bergantung pada ukuran panjang focus lensa okuler yang digunakan.
Misalnya, berapakah perbesaran yang dimiliki teleskop meade8” (F = 2000 mm) ketika menggunakan lensa okuler dengan panjang focus 20 mm dan 10 mm?
b.   Batas perbesaran teleskop
Perbesaran yang diizinkan dari kombinasi penggunaan lensa okuler dan lensa objektif adalah perbesaran yang masih membuat bayangan / citra terlihat dengan jelas.
c.    Daya resolusi
Criteria rayleight: “Dua sumber titik akan terlihat terpisah jika pusat pola difraksi benda titik pertama berimpit dengan minimum pertama pola difraksi benda titik kedua. Kemampuan terkecil teleskop untuk memisahkan objek membentuk sebuah sudut yang mana semakin kecil sudut makin kuat daya pisah teleskop yang bersangkutan.
d.   Medan pandang
Medan pandang merupakan ukuran sudut (angular size) maksimum yang terlihat melalui system optic. Secara umum “Jika perbesaran meningkat maka medan pandang berkurang”. Missal, jika kita meneropong seseorang, semakin kita perbesar gambar orang tersebut, semakin berkurang bagian dari orang tersebut yang dapat kita lihat, dan sebaliknya.
Lensa okuler (eyepiece) memiliki apparent field of view (medan pandang lihat) yaitu sudut maksimum sebagaimana dilihat melalui lensa itu sendiri.  Pada  praktiknya dalam sebuah teleskop lensa okuler berpasangan dengan lensa objektif. Selain apparent field of view, dalam lensa okuler juga dikenal dengan adanya actual field of view.